Zafran, itu nama anak kedua Aksa dan Kamelia. Sang Buah Hati kedua dari keturunan Abimana, penerus tahta selanjutnya. Aksa begitu over protektif terhadap putranya itu. Seiring dengan perusahaannya yang juga semakin berkembang pesat dan menggurita, Zafran hidup bergelimang kemewahan dan dilimpahi kasih sayang kedua orang tuanya. “Jayden, jangan nakal! Kasih mainan punya Zafran!”seru Zalikha dari teras, gemas melihat keusilan putranya pada Zafran. “Tak apa, mereka hanya main saja, harus belajar berbagi!” kekeh Kamelia dengan santai. “Tapi bagaimana juga Zafran itu …,” hembus Zalikha menggeleng lalu tertawa kecil, tak kuasa meneruskan kalimatnya. Kamelia pun ikut tertawa karenanya. “Ya, Zafran memang pamannya, secara silsilah. Tapi lihatlah sekarang mereka hanya anak-anak!” katanya. Zali

