Aksa dan Kamelia menoleh bersamaan ke arah yang ditunjuk Zafran, mereka lalu tertegun melihat seorang anak berdiri di luar sana, dengan pakaian lusuh dan tubuh dan wajah kotor penuh debu. Satu-satunya yang terlihat bersih dan polos adalah sepasang mata jernih itu, menatap lurus pada keluarga kecil di dalam restoran. Kesenjangan hidup yang begitu kontras jelas terlihat, hanya terhalang dinding kaca diantaranya. “Zafran, jangan melihat orang lain begitu, nggak sopan, Sayang!” ucap Kamelia, menarik tangan Zafran agar anak itu berpaling dari apa yang dilihatnya. Aksa beranjak berdiri dari kursinya, Kamelia hendak bertanya hanya saja dia lalu tertegun ketika melihat suaminya keluar dari restoran dan menemui anak jalanan itu. “Mas?” Dilihatnya Aksa memberikan sesuatu padanya, entah apa it

