Sarah tersenyum seraya menerima gelas kristal berkaki tinggi itu dari tangan Adi, pandangan mereka bertemu dengan kerling manis penuh makna tersembunyi diantaranya. “Baiklah, aku akan menunjukkan langkah-langkah apa saja yang bisa kamu ambil untuk melawan suamimu di pengadilan nanti,” ucap Adi, duduk di samping Sarah. Sarah sejenak mengerjap, menahan nafas ketika hidungnya mencium wangi parfum maskulin yang segar seperti hutan pinus yang sejuk. “Y-ya, aku kurang paham cara kerjanya. Jadi, aku akan mengandalkan kamu sepenuhnya, Adi,” katanya tersenyum. Adi mengangguk, sejenak dia memperbaiki letak kacamatanya dengan ujung jarinya. “Ya, ya, aku mengerti. Randy sudah menjelaskan semuanya, dan aku turut prihatin dengan semua yang kamu alami,” katanya memasang wajah sendu. “Ya, tak apa.

