Pengacara Sarah.

1136 Words

Sarah tersenyum puas melihat kertas berisi semua tuntutannya pada Aksa, yang akan disertakan di dalam sidang perceraian mereka nanti. Dia mengerling pada Randy yang duduk santai di dalam jakuzi, lelaki muda mengacungkan gelas minumannya. “Santai saja, Sayang, jangan tegang begitu!” katanya sambil tersenyum lebar. Sarah terkekeh pelan, dia meletakkan kertas itu di atas meja sebelum kemudian menghampiri Randy. “Kamu memang pintar memilih rekan kerja, Randy, aku nggak expect akan melayangkan tuntutan sebanyak ini untuk membuat Aksa murka,” katanya seraya duduk di pinggir bak dan meraih gelas miliknya. Randy menyesap minumannya sejenak. “Lelaki kurang ajar kayak dia harus diberi pelajaran, Sayang. Jangan mentang-mentang kamu nggak punya kuasa terus dia bisa seenaknya memberi harta gono-gi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD