[ Flashback On ] “Jangan buru-buru, habiskan saja dulu kopinya,” ucap Sarah ketika Aksa kembali dari toilet, “sekarang aku sadar betapa berharganya setiap sen uang yang aku dapatkan, bahkan membeli kopi begitu saja aku berpikir berulang kali,” lanjutnya tersenyum sendu. Aksa terdiam mendengarnya, berpikir jika situasi Sarah lebih parah dari perkiraannya. Wanita itu terlalu sombong dan senang menghambur-hamburkan uang, sehingga harta gono-gini bernilai fantastis itu habis hanya dalam jarak beberapa bulan saja. “Apa saja yang kamu lakukan selama ini, uang sebanyak itu habis dalam waktu singkat, Sarah!” tegur Aksa, ikut kesal dan menyesalkan kelakuan mantan istrinya itu. Sarah tertunduk dengan wajah muram, terlihat pasrah saja meski Aksa melempar caci maki terhadap dirinya. Tapi pria itu

