Aksa waspada, dia tak mau ambil resiko mengkonsumsi apapun lagi jika bersama Sarah. “Tidak usah, aku juga sudah mau pergi!” tukasnya sambil cepat berdiri. Tapi tiba-tiba saja rasa pusing kembali menguasainya, Aksa hilang keseimbangan dan tak bisa menguasai dirinya. “EH!” “Lho, Mas Aksa!” Aksa terjatuh kembali di kursi, dia msaih bisa melihat Sarah memburu ke arahnya dengan wajah terkejut. Sebelum kemudian gelap meraup penglihatannya dan Aksa pun tak sadarkan diri sepenuhnya. Sarah tersenyum lebar, gestur tubuhnya yang semula membungkuk seolah hendak menolong Aksa, kembali tegak dan berkacak pinggang. “Akhirnya tumbang juga!” tukasnya tertawa puas. Sarah buru-buru mengunci pintu, sebentar mengintip keluar memastikan tak ada orang yang berkeliaran di luar kontrakannya itu. “Aman!”

