Beberapa kali Kamelia melihat jam tangannya dengan panik, sudah pukul setengah 9 tapi dia masih tertahan di lantai 1 begini. “Ke sini saja!” Kamelia menoleh, dia termangu begitu melihat ada lelaki muda yang melambai padanya dari arah lift lain, yaitu lift khusus direksi. “Eh, ngg-nggak usah, Pak, saya nunggu ini saja!” tolak Kamelia halus, merasa tidak nyaman jika hanya berdua saja di lift yang hanya diperuntukan khusus staff dan jajaran direksi saja. “Tidak apa-apa, lagipula lift yang kosong cuma ini. Kalau kamu nggak masuk, bisa jadi kamu akan terlambat masuk kerja, lho!” tukas lelaki muda berpakaian jas lengkap itu. Daripada itu, Kamelia termangu sendiri menebak siapa lelaki itu, yang dengan berani menggunakan lift khusus direksi. Tapi, jika dia menolak, ucapan lelaki itu ada b

