“Mas Daylon nggak akan begitu, Ara. Dia bahkan kamu sendiri tahu kalau aku sama Hugo hanya masa lalu saja!” tukas Zalikha, merasa tidak nyaman dengan pernyataan Ara. Ara memutar bola matanya. “Ah, Mbak ini kayak nggak paham saja laki-laki kalau cemburu itu gimana. Hal sepele saja bisa jadi besar kalau dia sudah cemburu buta, Mbak!” katanya lagi. Ketika itu Daylon datang dari arah tangga, dan langsung melihat Zalikha yang sedang bersama Ara. Dia pun langsung mengarahkan langkahnya ke sana. “Lagi apa, Sayang? Aku pikir kamu masih di kamar,” sapa Daylon seraya menunduk mencium kening Zalikha dengan sayang. Ara yang melihat adegan itu pun hanya bisa memalingkan wajahnya seraya berdecih sinis dalam hati. Zalikha tersenyum dengan wajah merona. Daylon memang semakin terang-terangan menunjukk

