61. Ingat Kamu

1339 Words

Calista dan Bima duduk berhadapan dengan Citra di sebuah restoran yang sunyi, dindingnya dipenuhi panel kayu gelap dan penerangan redup. Di atas taplak linen putih yang sempurna, terhidang makanan yang disusun seperti karya seni, steak dengan saus wine yang mengilap, salad dengan daun hijau yang ditata rapi, dan kentang tumbuk yang lembut. Aroma butter dan daging berkualitas tinggi memenuhi udara, tapi bagi Bima, itu justru terasa menusuk dan asing. Calista, dengan pengertian yang dalam, telah memesan untuk Bima seporsi spaghetti carbonara, satu-satunya pilihan yang mungkin masih berada di zona nyamannya. Bima mengamati garpu dan pisau di sebelah piringnya, ukurannya yang ramping dan beratnya yang tidak biasa. Citra memotong steaknya dengan gerakan yang presisi dan tanpa suara. Setiap gi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD