177. Ajakan Kencan

1518 Words

Pagi itu bengkel mulai berisik oleh suara mesin dan obeng yang beradu saat Indri baru saja memarkir motornya dan melangkah masuk, tas selempang masih tersampir di bahu. Dia baru duduk di kursi administrasi ketika ponselnya berdering, notifikasi pesan. Dia meraih ponsel, membuka layar, dan membaca. [Kalau berangkat kerja gak usah bawa kendaraan, biar aku yang anter jemput kamu.] Indri mengerjap. Membaca sekali lagi. Lalu tangannya terangkat, menepuk kepalanya sendiri pelan. "Dasar, Om-om," gumamnya, tapi sudut bibirnya naik. Jarinya sudah siap mengetik balasan ketika layar tiba-tiba berubah. Panggilan masuk. Nama yang sama. Dia mengangkat cepat, suaranya berbisik meski baru jam delapan pagi. "Halo?" "Kamu lagi di jalan?" Suara Nathan di seberang terdengar sedikit cemas. "Baru saja s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD