176. Negosiasi Hubungan

1513 Words

Nathan menyandarkan punggung di kursi, kedua tangannya terlipat di d**a. Matanya menyipit menatap Indri dengan campuran antara rasa ingin tahu dan kekaguman. Gadis ini berbeda. Sangat berbeda. "Pegangan tangan juga enggak boleh?" tanyanya, nada suaranya dibuat polos, tapi matanya berbinar main-main. Indri tersentak. "Itu ...." Dia mencari kata, tapi Nathan sudah lebih dulu. "Masa enggak boleh?" Nathan mencondongkan tubuh sedikit, senyum tipis mengembang. Indri menghela napas. "Boleh," jawabnya dengan suara yang sedikit memelan. Senyum Nathan melebar. Ekspresi wajahnya yang tadinya tegang, kini kembali hangat. Tapi dia belum selesai. "Kalau ciuman?" Kali ini giliran Indri yang tersentak. Wajahnya memerah, matanya membelalak. Dia membuka mulut, tapi tidak ada suara yang keluar. Natha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD