188. Kencan Kedua

1691 Words

Sore itu, rumah baru Calista dan Bima mulai lengang setelah keramaian acara keluarga. Matahari perlahan bergerak ke barat, meninggalkan semburat jingga di langit Jakarta. Citra dan Juned baru saja pamit, mengantar Ardha pulang ke kediamannya. Nathan beralasan masih ingin berlama-lama di sana, dan Citra hanya bisa meliriknya tajam sebelum pergi, sebuah peringatan diam-diam yang Nathan pahami betul. Dia tahu apa yang dikhawatirkan ayah dan kakaknya. Tapi dia juga tahu batasannya. Sementara itu, Indri masih sibuk membantu Bibi dan pengasuh membereskan ruangan. Piring-piring kotor dikumpulkan, sisa makanan dibungkus, karpet digulung di sudut. Dia menyapu lantai dengan gerakan pelan, matanya sesekali melirik ke arah sofa. Nathan duduk santai di sana, satu kaki bersila, bersandar nyaman. Di s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD