89. Titik Terendah Calista

1308 Words

"Mereka bercerai, Ly." Suara ibunya seperti petir di siang bolong, menusuk telinga Calista melalui ponsel yang menempel. Pena di tangannya tergelincir, jatuh menimpa sketsa desain di atas meja, meninggalkan coretan tinta hitam yang mengoyak gambar. "Apa?" desisnya, suaranya lebih tinggi dari biasanya. "Mama dapat kabar dari mana?" "Juned. Dia baru saja memberi tahu Mama. Kemarin ... mereka sudah bicara. Tidak ada jalan keluar lain. Dan Bima membiarkan Rita yang memutuskan." "Astaga." Calista mengusap dahinya yang tiba-tiba berkeringat dingin. Napasnya menjadi pendek-pendek, dadanya berdebar kencang seolah kehabisan oksigen di ruang kerjanya yang tiba-tiba terasa sempit. "Juned bilang, Bima mengambil beberapa pekerjaan di luar kota. Mama rasa itu hanya cara dia untuk menghindari semuany

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD