Cahaya lampu gantung di ruang makan rumah sederhana itu menerangi meja kayu yang ditata rapi dengan piring-piring berisi steak dan sayuran panggang. Aroma daging panggang bercampur dengan saus lada hitam menguar di ruangan, menciptakan suasana hangat khas makan malam berdua. Citra duduk di kursi kayu, matanya sesekali melirik ke arah Juned yang asyik memotong dagingnya. Dia menggigit bibir bawah sebentar, lalu memberanikan diri bertanya. "Apa Nathan sering datang ke bengkel?" Nadanya dibuat santai, seolah hanya obrolan biasa. Juned yang sedang mengunyah, menggeleng cepat. Tangannya mengangkat garpu sebentar, lalu menjawab setelah menelan. "Sudah lama enggak nongol dia di bengkel." Dia kembali memotong dagingnya. "Oh, baguslah." Citra mengangguk, matanya kembali ke piring. Dia menusuk s

