154. Tak Terduga

1719 Words

Udara di kabin mobil itu masih panas oleh sisa-sisa gairah yang baru saja reda. Napas Nathan mulai teratur, tapi d**a Natasha masih naik turun cepat. Tubuhnya yang tanpa sehelai benang masih duduk di atas pangkuan Nathan, kulit mereka menempel basah oleh keringat. Cahaya lampu di lahan parkir yang redup menciptakan bayangan memanjang. "Apa kamu meletakkan kamera di sini?" bisik Natasha di telinga Nathan. Napasnya hangat, bibirnya hampir menyentuh daun telinga. Nathan menggeleng pelan, matanya masih terpejam. "Aku sama sekali tidak berpikir akan bercinta denganmu di sini." Suaranya serak, masih berusaha menemukan ritme napas normal. Natasha tersenyum. Dia menjauh sedikit, cukup untuk menatap wajah Nathan dari dekat. Jemarinya yang lentik menyusuri garis rahang pria itu, lalu berhenti di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD