Nathan membuka matanya perlahan. Sakit berdenyut di perutnya, tapi dia mencoba mengabaikannya. Matanya berkeliling, mencoba menyesuaikan diri dengan ruangan putih dan dingin ini. Lalu dia melihatnya. Indri. Gadis itu duduk di kursi, kepalanya tertunduk, wajahnya tersembunyi di balik helaian rambut panjang yang tergerai. Tangannya, tangan kanannya, menggenggam erat tangan Nathan yang terpasang infus. Napasnya teratur, menunjukkan dia tertidur lelap. Nathan diam. Dia tidak ingin membangunkannya. Dia hanya memandangi Indri, merasakan hangat dari genggaman tangannya. Kapan dia datang? Seingat Nathan, terakhir kali ada Citra dan Juned di sini, setelah Calista dan Bima pulang. Tapi sekarang ... Indri ada di sini. Dadanya menghangat. Meski hubungan mereka masih dalam krisis kepercayaan, meski

