Udara rumah sakit siang itu terasa dingin meskipun AC ruang tunggu sudah diatur normal. Bima duduk gelisah di kursi besi yang keras itu, siku bertumpu pada lutut, kedua tangan meremas erat. Kepalanya menunduk, matanya terpejam, bibirnya komat-kamit melafalkan doa yang sejak tadi tak pernah putus. Pintu ruang operasi tertutup rapat. Lampu merah di atasnya menyala, memberi tanda bahwa proses persalinan sedang berlangsung. "Ini aman, operasi Caesar sekarang sudah canggih. Calista baik-baik saja, bayi juga," ucap Citra, mencoba menenangkan. Tapi Bima tetap gelisah. Sudah satu jam lebih Calista di dalam. Dulu, Rita melahirkan secara normal pada kedua anak mereka. Bima tidak mengatakan apa-apa, hanya menatap lampu di atasnya yang masih berwarna merah. Tidak lama kemudian pintu ruang operasi

