"Dek, tunggu di sini, ya." Bima merapikan jaket tipisnya sambil berdiri di dekat pintu. "Abang mau anter Ibu sama Bapak pulang dulu." Indri yang sedari tadi duduk di kursi tunggu dekat pintu, langsung berdiri. "Iya, Bang." Dia melirik sekilas ke arah Nathan yang masih duduk di kursi tunggu, lalu kembali ke dalam kamar. Dina dan Surya sudah berdiri di samping ranjang Calista. Dina memegang tangan menantunya, bicara lembut tentang pantangan setelah melahirkan, tentang cara merawat bayi, tentang hal-hal sederhana yang hanya diketahui ibu-ibu. Surya di belakangnya hanya mengangguk-angguk, sesekali melirik ke box bayi dengan senyum bangga. "Terima kasih, Ibu." Calista menggenggam tangan Dina. Matanya lelah tapi hangat. Bima membimbing kedua orangtuanya keluar. Di lorong, mereka berpapasan d

