Citra membuka pintu utama rumah, tas kerjanya masih tergantung di lengannya. "Lily tidak pulang?" tanyanya pada Ardha yang sedang duduk membaca di ruang keluarga. Dia sempat melihat tidak ada mobil Calista di carport. "Dia pulang ke apartemennya," jawab Ardha tanpa mengangkat pandang dari bukunya. Citra berhenti di tengah ruang keluarga, keningnya semakin berkerut. "Kenapa tiba-tiba pulang ke sana?" Ardha akhirnya menatap putrinya, meletakkan buku di pangkuannya. "Memang kenapa, Ra? Itu juga rumahnya. Tidak perlu heran." "Dia bilang padaku akan menetap di sini. Bahkan dia berkata tidak akan kembali ke apartemen karena di sana—" Citra terhenti, napasnya memburu. Sebuah dugaan yang tidak menyenangkan muncul. "Apa dia memanggil Bima ke sana?" "Citra—" "Papa membiarkannya?" Suara Citra m

