Sisi dan Juno melesat masuk ke dalam rumah, suara sepatu mereka berdecap di lantai keramik. Kedua bocah itu langsung berlari ke arah samping rumah, menuju bangunan tambahan yang baru selesai dibangun, sebuah ruang produksi kecil tempat Rita kini menghabiskan waktunya. Dari balik pintu yang tertutup rapat, terdengar dengungan mesin jahit yang stabil. "Bunda!" Sisi mendorong pintu tanpa mengetuk, memecah konsentrasi Rita yang sedang menyatukan dua helai kain di bawah jarum mesin. Rita terpaksa menghentikan pedalnya. Ia melepas kacamata baca yang melorot di hidungnya. "Ada apa, Sayang? Kok terburu-buru?" "Bunda ingat gak, bulan ini?" Sisi melompat-lompat kecil, matanya berbinar. "Kata Bu Rara di tempat les, bulan ini bulan kelahiranku. Beneran, Bun?" "Eh, sebentar, Bunda cek dulu." Rita m

