Citra memandang kesal pada Calista yang tengah duduk di sudut ruangan bersama Bima yang sedang makan siang. "Sudah, jangan dilihatin terus. Mereka gak akan kemana-mana," ujar Juned yang akhirnya menyantap nasi Padang yang Bima bawa tadi. "Dia benar-benar tahu cara membuat darahku mendidih," gerutu Citra tanpa mengalihkan pandang. "Dia dulu tidak seperti ini." Juned berhenti sejenak, sendoknya tertahan di udara. "Dulu? Maksudmu sebelum bertemu Bima?" Citra akhirnya menoleh, matanya beradu dengan pandangan Juned. "Bukan itu maksudku," sahutnya, suaranya terdengar letih. Juned mengangguk perlahan, seperti mencerna. "Kamu berpikir jika Bima membawa pengaruh buruk bagi putrimu." "Bukan," bantah Citra cepat, tapi kemudian dia memejamkan mata, menarik napas. "Mungkin … aku salah menyampa

