119. Meet Sisi & Juno

1620 Words

Bima menatap Rita yang kini menyusut di sudut ruangan, wajahnya pucat namun matanya masih membara. Ironis sekali, wanita yang menciptakan kekacauan ini justru terlihat seperti korban yang ketakutan. d**a Bima naik turun tak beraturan, setiap tarikan napas terasa seperti berusaha meredam ledakan amarah yang ingin dia tumpahkan kembali pada mantan istrinya itu. "Dengar, Rita ...," ucap Bima, suaranya serak namun berusaha tenang, seperti menahan gelombang yang ingin menerjang. "Kita akhiri saja semua ini. Aku tidak akan lagi mengusik hidupmu, dan jangan pernah lagi kamu membawa-bawa nama Calista. Urusan kita hanya satu, anak-anak. Di luar itu, tidak ada lagi." Rita masih bergeming di tempatnya. Masih di posisi yang sama. Bima menatapnya dalam-dalam, mencoba menembus dinding kebencian itu.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD