94. Dermaga

1527 Words

Citra berdiri di sisi ranjang rumah sakit, pandangannya tak lepas dari putrinya yang terbaring pucat di balik selimut putih. Kelopak mata Calista terkatup rapat, rambutnya berserakan di atas bantal, dan satu tangan terulur dengan infus yang menancap di punggung tangannya. Napas Calista terlihat pelan dan dangkal. Citra menggenggam ujung selimut, jari-jarinya mengerat. Dia yakin jika ini pasti akibat pertemuan dengan Bima tadi malam. Sesuatu yang diucapkan, atau mungkin yang tidak diucapkan, telah meruntuhkan benteng terakhir yang menahan Calista. Ingatannya kembali pada telepon panik Zoya tengah malam. Suara sahabat putrinya itu bergetar di telinganya, "Tante, Lily hubungi saya ... suaranya lemas, berantakan sekali. Saya temukan dia di lantai di bawah sofa. Sekarang dia sedang di IGD ...

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD