93. Jadi Ini Akhirnya, Cal?

1326 Words

Setelah makan malam yang berlangsung dalam hening, Ardha menyandarkan tubuhnya di kursi santai, matanya memandang putrinya. "Apa sudah ada keputusan dari Bima?" tanyanya, suara rendahnya mengisi ruang keluarga yang sunyi. Citra menggeleng perlahan. "Entahlah. Belum ada kabar sama sekali." "Kalau mereka benar-benar bercerai, Papa akan—" "Jangan," potong Citra lembut namun tegas. "Dia tidak akan pernah terima bantuan seperti itu." "Tapi sepertinya dia sedang butuh, Ra." "Itu hanya akan melukai harga dirinya. Biarkan mereka yang menentukan jalan keluarnya sendiri." Citra menarik napas. "Sebenarnya, aku malah berharap Bima memilih berpisah dari Lily. Aku tidak mau anakku selamanya dicap sebagai perusak rumah tangga orang." Ardha mengembuskan napas panjang, kerutnya di dahi semakin dalam.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD