164. Seharusnya ...

2208 Words

Hujan mengguyur Jakarta sore itu dengan derasnya. Rintik air menari di kaca depan mobil, sementara wiper bergerak ritmis membersihkan pandangan Bima. Di kursi penumpang, Indri duduk dengan tangan memangku tas, matanya menatap ke luar jendela yang mulai berembun. "Abang sama Kak Cali baik-baik aja, kan?" tanya Indri, suaranya pelan di tengah deru hujan. Bima menoleh sekilas, lalu kembali fokus ke jalan. "Ya." Jawabannya singkat, tapi tidak dingin. Indri mengangguk, jarinya mengusap kaca jendela yang berkabut, membuat garis-garis tak beraturan. "Tadi pagi pas aku anterin tas Sisi." Dia berhenti sebentar, "Mbak Rita bilang, kalau Kak Cali gak kasih izin Abang datang." Bima menghela napas. Tangannya mencengkeram stir sedikit lebih erat. "Kan memang gak seharusnya, Dek." Suaranya rendah, ta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD