Pagi itu, di saat anak-anak berada di sekolah, Natasha berkunjung lagi. Di ruang tamu yang tidak begitu luas itu, dia duduk dengan gelas kopi di tangan. Gaunnya tetap rapi meski hatinya sedang kacau. Rita duduk di seberangnya, tubuhnya sedikit lunglai di sofa, matanya sayu menatap ke luar jendela. "Rita." Natasha meletakkan gelasnya. Suaranya pelan tapi tajam. "Seharusnya kamu minta rujuk saja dengan mantan suamimu." Rita menoleh. Matanya menyipit, waspada. "Apa?" "Katakan kamu menyesal." Natasha mencondongkan tubuh, sikunya bertumpu pada lutut. "Katakan kamu ingin kembali bersama." Dia tersenyum tipis, penuh perhitungan. "Dia pasti mau. Demi anak-anak." Rita menggeleng pelan. Jemarinya memilin ujung kausnya yang longgar. "Itu gak mungkin terjadi, Nat." Suaranya lirih. "Mas Bima sudah

