Calista duduk di sofa panjang yang berdebu, ponsel di tangannya hanya menjadi alat untuk berpura-pura sibuk. Matanya sesekali mengintip dari balik layar, menangkap dua pasang mata kecil yang diam-diam mengamatinya dari balik meja administrasi. Sisi menyandarkan punggungnya ke dinding, dagu terangkat. Juno duduk di lantai, mobil-mobilan di tangannya sudah lama tidak bergerak. Mereka menatap. Lalu berpaling saat Calista hampir membalas tatapan itu. Pura-pura tidak sadar, Calista kembali menekuk jarinya di layar ponsel. Jantungnya berdebar tidak karuan. "Tante ngapain sih di sini?" Suara itu datang tiba-tiba, tajam dan menusuk. Sisi sudah berdiri, kedua tangannya terlipat di d**a, posturnya persis seperti Rita saat marah. Calista menoleh pelan. Dia tersenyum, senyum yang dia usahakan lem

