135. Friendly Tapi Berbahaya

1770 Words

Nathan memilih memperhatikan Bima yang memperbaiki mobil menolak untuk duduk menunggu. Dia lebih tertarik dengan keahlian Bima yang mengotak-atik mesin rumit itu. Matanya tidak lepas dari Bima yang sedang membongkar bagian mesin dengan gerakan yang terampil dan penuh konsentrasi. Sesekali obeng berputar, sesekali tangannya meraba komponen, seolah mesin itu berbicara padanya dalam bahasa yang hanya dia pahami. "Gue sampe gak ngerti lagi kenapa Lily bisa secinta itu sama lu, Bim," ujar Nathan, nadanya santai seperti obrolan di warung kopi. Bima tidak menoleh. Tangannya masih sibuk, tapi sudut bibirnya terangkat sedikit. "Saya juga gak ngerti, Pak." "Dan lu juga bisa dengan mudah mengambil hati Papa. Gue salut, sumpah." Nathan menggeleng pelan, setengah tak percaya. Bima berhenti sejena

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD