Senja mulai merambat masuk melalui jendela kaca satu arah, melukis ruangan dengan warna jingga keemasan. Indri berdiri di dekat jendela, tangannya bertumpu pada pinggiran besi, matanya menatap ke bawah, ke area lounge yang mulai ramai oleh pengunjung. Lampu-lampu mulai dinyalakan satu per satu, menciptakan atmosfer hangat di dalam ruangan. Hari sudah berganti senja, dan dia masih di sini. Sejak pagi. Indri menggigit bibir bawahnya, sebuah kebiasaan yang muncul saat dia gelisah. Matanya mencari-cari sosok Nathan di antara keramaian di bawah. Dan di sana, di meja bar, dia melihatnya. Nathan sedang berbicara dengan seorang pria berkemeja rapi, tangannya sesekali bergerak menjelaskan sesuatu. Wajahnya serius, tapi tetap terlihat menarik. Setiap kali melihatnya, ingatan itu kembali. Ciuman p

