127. Akrab

1628 Words

"Mama akan minta Vivi membuka lowongan untuk desainer muda berbakat," ucap Citra, duduknya tegak di samping ranjang. Matanya memindai wajah pucat Calista dengan tatapan kritis yang lembut. "Banyak anak muda berpotensi di luar sana yang hanya butuh kesempatan. Kamu tidak perlu memikul semuanya sendirian, apalagi dalam kondisimu sekarang." Calista mengangguk lesu, jari-jarinya memelintir ujung selimut rumah sakit. "Lakukan saja, Ma. Aku rasa ... aku akan lebih banyak di rumah selama kehamilan ini." "Sudah seharusnya begitu," sahut Citra, suaranya berisi campuran kelegaan dan sedikit teguran. "Kamu selalu terlalu keras kepala dengan dirimu sendiri." Calista mengerutkan hidung, tapi tidak membantah. Kebenaran dalam kata-kata ibunya itu terasa menusuk. Daripada berdebat, dia memilih mengalih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD