126. Nathan

2036 Words

Bima menyetir dengan kedua tangan mencengkeram stir, konsentrasi penuh pada jalanan di depannya. Nathan duduk di kursi penumpang depan, menolak tawaran untuk duduk di belakang dengan alasan yang tidak diungkapkan. Sepanjang perjalanan, pria itu diam, hanya sesekali melirik keluar jendela atau mengamati profil Bima dengan pandangan sekilas yang sukar dibaca. Keheningan di dalam mobil terasa padat, hanya diisi deru mesin dan desiran AC. Saat Bima tiba-tiba membelokkan mobil memasuki gerbang rumah sakit, Nathan baru memecah kesunyian. "Kenapa kita ke rumah sakit?" tanyanya, suaranya datar namun ada ketegangan di baliknya. Pikirannya langsung melayang kepada ayah angkatnya, Ardha, yang kondisinya mungkin memburuk. Bima tidak langsung menoleh. "Nona Lily sedang dirawat," jawabnya singkat, na

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD