Sore itu, disebuah ballroom hotel, terlihat Hanan duduk bersama wanita cantik yang ada di sebelahnya menggandeng tangannya dengan eratnya sembari sesekali tersenyum pada orang-orang yang menyapa mereka. Ya, mereka sedang menghadiri sebuah pesta pernikahan nan megah milik Shania dan Bastian yang di adakan di Livingston Hotel. “Jadi, itu wanita yang kamu gilai, Mas?” Tanya wanita cantik di samping Hanan dengan tatapan yang terus melekat tanpa berpindah, seolah mengisyaratkan bahwa wanita itu benar-benar kagum padanya. ”Hmm…begitulah…” sahut Hanan dengan tatapan mata hampa dan tawa sumbang. ”Yaudah, ga pa-pa, aku bantu kamu sampai kamu benar-benar sembuh dari cinta kamu yang patah. Aku yakin, jika kamu serius membuka hati untukku, maka jalan kita akan terbentang luas. Tuhan maha baik, Ma

