Siang itu, Hanan baru saja memasuki rumah megah milik keluarganya. Dia membawa tentengan yang dibuat Shania untuk ibu Hanan. Karena ibu Hanan lumayan menyukai masakan Shania. ”Nah…itu Hanan baru dateng…” seru sang ibu melihat kehadiran sang putera dengan tentengan di tangannya. “Lama amat kamu, Nak. Kasihan nih tante Rahma nunggu lama sama Angel…” Hanan menaruh barang bawaannya, lalu dia menyalam tangan sang ibunda, danjuga tante Rahma dan Angel. “Duduk sini, Nak…” sang ibu menarik tangan putera kesayangannya. “Aku mau naruh ini dulu di kulkas, Mah. Ini kue pie kesukaan mama sama brownies…” ”Ohh, ini Shania yang buatin, ya?” Tanya sang ibu lagi menatap ke arah sang putera. ”Iya, Ma. Dia spesial buat untuk mama…” “Indah! Indaaahh…” panggil sang ibunda Hanan kepada asisten rumah tang

