“Shania?! Iya lo Shania—kan? Mahasiswi beasiswa itu?” Shofia tertawa mengejek ke arah Shania. “Tau gak, lo itu terkenal di genk gue. Mahasiswi yang maksa buat kuliah di kampus elit tapi modal beasiswa…” kekeh Shofia lagi. Sedangkan Shania tampak bingung, karena dirinya tidak mengenali wanita yang berdiri di hadapannya ini. Dia hanya mengumbar senyum. “Lo pasti gak kenal gue, udah gak usah di inget-inget. Karena circle kita beda. Lo yang di pacarin Iqbal—kan? Tau gak Iqbal cerita apa ke kita?” Shofia terkekeh lagi mengejek Shania. ”Shofia! Berhenti membahas hal yang tidak perlu!” Pangkas Bastian dengan wajah kecut, karena melihat raut muka Shania yang memerah. ”Bas, lo kudu tahu gimana karyawan lo. Biar seru kalau kita mengenal masa lalu karyawan lo…” ucap Shofia dengan tawa mengejek. T

