Bastian mengantar Shania melewati pintu samping yang tidak ada yang tahu kecuali keluarga inti Livingston. “Loh, ini pintu rahasia, Bas? Soalnya kan ada yang jualan?” ”Iya, Sayang. Ini pintu yang tahu cuma keluarga inti yang deket sama opa. Dan gak semua tahu…” jawab Bastian dengan penuh percaya diri. Shania mengangguk dengan mengedarkan pandangan. Karean mereka tiba di sebuah ruangan kosong seperti kamar, lalu keluar dan ternyata itu adalah sebuah restaurant yang cukup ramai. ”Jadi, ini punya opa kamu juga?” Tanya Shania heran. ”Iya, pekerja disini bukan orang sembarangan. Mereka memang udah terlatih semua. Cuma pembeli yang tidak tahu. Opa sengaja membuat resto ini buat ngebantu orang-orang awalnya. Tapi, lama kelamaan banyak pelanggan. Makanya di kasih tarif murah saja. Lalu di set

