Menentukan Pilihan

1684 Words

Lamunan Shania buyar manakala ponselnya kembali berdering. Dia melirik. “Halo, Mas…” ”Masih di sana kamu? Betah amat?” Sindir suara dari seberang. ”Aku lagi nyari moment buat pamitan ama Dom, Mas. Biar dia gak kecarian. Kasihan kalau dia nangis.” Sahut Shania sembari menahan sesak di da.danya. “Kenapa harus nunggu moment?” Tanya suara di seberang. “Kamu itu kenapa sih terlalu merasa si paling di butuhin, Shania? Dom itu, kalau sudah menjadi bagian dari Livingston, dia juga gak bakalan butuh kamu. Jadi, sudahlah. Karena kamu sudah melanggar satu janji kamu, maka kamu harus menepati perjanjian kita yang lainnya.” Imbuh suara di seberang terlihat benar-benar marah. “Mas…” suasa Shania tertahan, dia tak ingin berdebat malam ini. ”Pokoknya aku mau kamu keluar dari rumah itu. Aku sudah di p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD