“Mba, maaf…saya mau bertemu pak Bastian. Beliau meminta saya untuk kesini laporan…” ucap Shania setelah sampai di lantai tertinggi gedung perusahaan itu. Dia menghadap kepada sekretaris yang berada tepat depan pintu sang CEO. ”Maaf, Mba. Tuan sedang tidak bisa di ganggu. Mba mohon tunggu dulu, ya? Sesuai jadwal. Nant saya kabari mba-nya. Karena gak ada di daftar tamu Tuan nama mba Shania…” Sang sekretaris tampa menulis nama Shania di daftar buku tamu, lalu mendongakkan kepalanya. “Mba Shania ada perlu apa dengan tuan? Atau alasan bertemu?” ”Sama kaya kemarin. saya kan kemarin sudah pernah menghadap, dan saya sekarang mau menindak lanjuti perihal kemarin.” Ketus Shania sedikit kesal. ”Oke, kalau boleh tahu kemarin bahas apa, ya? Maaf, Mba. Semua harus jelas…” “Tentang perombakan mana

