Dylan berdiri bertolak pinggang di samping ranjang Bella. Matanya mengikuti gerakan perawat yang sedang memasang infus di tangan Bella, jarum ditusuk, plester ditempel, cairan bening mulai menetes dari kantong plastik. Ekspresi Dylan datar, tapi ada sesuatu di sana, sesuatu yang membuat perawat itu bekerja lebih cepat dari biasanya. Bella tanpa sengaja melirik Dylan, dan langsung menunduk. Wajah Dylan seperti ingin memakan orang. "Cobalah istirahat selama dua atau tiga hari lagi, sampai keadaanmu sembuh benar." Suara Dylan berat, penuh emosi. "Jika terjadi sesuatu padamu di luar sana, siapa yang akan disalahkan?" Ia menatap Bella tajam. "Pasti saya!" Perawat menatap Bella sekilas, lalu kembali ke pekerjaannya. Bella hanya menunduk, tidak berani membalas. "Tugas kamu hanya berbaring dan

