Yulinar menghela napas panjang, mengusap wajah. "Anak itu ...." Ia tidak melanjutkan. Irwan mengangkat wajah. "Apa Kakak pernah bertemu dengan Abby?" Ekspresi Yulinar berubah. Masam. "Aku tidak mau mengganggu dia, Wan." Suaranya tegas. "Aku tidak mau mencari masalah dengan suaminya yang tidak bersahabat." Irwan tidak menjawab. Ia hanya menunduk, memandangi tangannya yang borgol, lalu ke kakaknya, lalu ke lantai. Di ruangan yang dingin itu, hanya suara kipas angin yang terdengar, berputar perlahan, tidak membawa jawaban. ~.~ Bella memperhatikan perawat yang sedang mengganti perban di lengannya. Gerakannya lembut, tapi tetap terasa sakit saat kain perban lama diangkat, memperlihatkan luka yang masih merah. Perawat itu juga mengganti cairan infus, memeriksa selang, memastikan tidak ada y

