139. Tidak Mau Dikhawatirkan-1

724 Words

Damian menghampiri ibunya setelah kepergian Dylan yang tampak buru-buru. Wajahnya bertanya, matanya mengikuti punggung adiknya yang menghilang di balik pintu ballroom. "Apa yang terjadi dengan Dylan, Ma?" tanyanya dengan suara pelan. Matanya melirik pada ayahnya yang masih mengobrol dengan tamu undangan, Robert Callahan tertawa lebar, gelas di tangan, bicara dengan gaya khasnya yang meyakinkan. Rene menarik tangan Damian, membawanya menjauh dari meja VIP. Damian menurut. Mereka berjalan ke sisi ruangan lain, di belakang pilar marmer yang cukup besar untuk menyembunyikan mereka dari keramaian. Di sini, suara musik lebih samar, tawa lebih jauh. "Papamu berniat menjodohkan Dylan dengan keponakan Pak Djumantara." Satu alis Damian terangkat. Ia tidak langsung menjawab. Matanya beralih ke me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD