138. Perjodohan yang Ditolak-2

1006 Words

Semalam Bella masih baik-baik saja. Setelah pindah dari rumah sakit ke rumah. Namun pagi ini, ia terbangun dengan tubuh panas, tenggorokan kering, dan kepala terasa berat. Dylan melepas jas hitamnya, melipat dan meletakkannya di sofa. Ia menggulung lengan kemejanya, memperlihatkan lengan bawah yang kekar. Di tangannya, sebotol kompres instan sudah siap. "Aku baik-baik saja." Suara Bella parau, matanya sayu. "Anda pergilah. Bukankah Anda ada acara?" "Bisakah kau diam?" hardik Dylan tegas, tidak memberi ruang untuk negosiasi. Bella mengatupkan mulutnya. Ia sudah belajar bahwa melawan Dylan hanya akan membuat situasi lebih panas. Selama beberapa hari berada di ruang yang sama, ia mulai memahami karakter pria ini. Dylan tegas, tidak ramah, baik tapi tidak pernah menunjukkan keramahannya. U

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD