147. Seperti Enggan Melepaskan-1

715 Words

Rene tersenyum. "Apa kau tidak mau mengundang Mama masuk?" Dylan melangkah mundur, memberi jalan. "Maaf, Ma. Silakan masuk." Rene melangkah masuk melewati Dylan, matanya bergerak cepat memindai ruangan. Sofa rapi, meja makan bersih, dapur terlihat baru saja dipakai. Tidak ada siapa pun di ruangan itu. Ia menoleh ke arah Dylan yang berjalan di belakangnya, anaknya tampak tegang, rahang mengeras, mata waspada. "Santai saja, Nak." Rene duduk di sofa panjang, menyilangkan kaki. "Kamu seperti orang yang baru saja kedapatan mencuri." "Apa yang membawa Mama pagi-pagi ke sini?" Dylan duduk di sofa tunggal, menjaga jarak. Matanya sempat melirik ke arah dapur, Bella tidak kelihatan. Entah di mana dia. "Mama dapat informasi dari seseorang." Rene menatap putranya lekat. "Katanya, kamu sudah puny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD