Sore itu, Damian baru saja melangkahkan kaki masuk ke rumah ketika Suri sudah berlari kecil menyambut. Wajahnya berseri-seri, matanya berbinar, tubuhnya melompat-lompat di hadapan ayahnya seolah meminta digendong. "Daddy! Daddy!" serunya, tidak sabar. "Aku panggil Abby Mama," katanya melapor, bangga dengan pencapaiannya. Damian sedikit terkejut. Alisnya terangkat, matanya membulat sebentar, lalu tersenyum. "Benarkah?" Suri mengangguk cepat, senyum lebarnya memamerkan deretan gigi-giginya yang putih dan rapi. "Iya!" "Wah, itu bagus, Sayang." Damian langsung meraih tubuh Suri, menggendongnya. Suri tertawa kecil, melingkarkan tangannya di leher Damian. "Di mana Mama?" tanya Damian, berjalan masuk ke ruang keluarga. "Di kamar, temenin Tristan yang nangis." Damian manggut-manggut. Suri k

