"Mama, mama, ayo cepat, nanti terlambat masuk." Suri berlarian menuju mobil yang sudah menunggu di halaman rumah. Kemeja putih dan celana putih, seragam latihan taekwondo pertamanya, terlihat sedikit kebesaran, tapi Suri tidak peduli. Ia melompat-lompat kecil, wajahnya berseri. Abby di belakangnya, menggendong Tristan. Bayi mungil itu mulai gelisah, tangannya meremas baju Abby. Abby menyerahkan Tristan pada pengasuhnya dengan hati-hati. "Sebentar, Suri." Abby mencium pipi gembul Tristan, sekali, dua kali. Tristan hendak menangis, tapi tidak jadi. Ia hanya mengerucutkan bibir, matanya mengikuti Abby. "Mama temani kakak Suri dulu, ya. Baik-baik sama Sus." Abby segera menyusul Suri yang sudah lebih duduk manis di kursi penumpang belakang. Tas kecil berisi handuk dan botol minum di pangkuan

