Sebuah Pilihan-1

719 Words

Malam semakin larut, rumah besar itu tenggelam dalam sunyi. Damian masih duduk di ruang keluarga, satu tangan bertumpu di sandaran sofa, matanya menatap kosong ke arah televisi yang sudah padam. Aidan baru saja naik ke lantai atas setelah diskusi panjang tentang pelatih panahan dan jadwal latihan. Langkah kakinya yang terakhir terdengar, lalu lenyap di balik pintu kamar. Damian menghela napas. Para pelayan sudah tidak terdengar lagi dari dapur, mungkin sudah beristirahat. Ia bangkit, berniat ke kamar, tapi kakinya membawanya ke tangga. Abby masih di atas, menemani Suri tidur. Lorong lantai atas sunyi, hanya lampu tidur di sudut yang menyala redup. Damian baru saja melewati pintu kamar Audrey, ketika pintu itu terbuka. "Sedang apa, Nak?" Damian berhenti, matanya mengamati putri sulungnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD