Abby menghela napas kecil, sudut bibirnya sedikit turun. “Kupikir kamu melupakannya.” Damian terkekeh pelan. Kepalanya mendekat, lalu tanpa ragu ia mengecup dahi Abby dengan lembut. “Tidak.” Suaranya rendah, hangat. “Sekalian kita rayakan hubungan baikmu dengan Audrey.” Abby terdiam sejenak. Matanya tanpa sadar bergerak ke arah taman, ke arah Audrey yang kini tertawa kecil saat Suri menarik tangannya dari Bubu. Ada sesuatu yang menghangat di dadanya. Saat kembali menatap Damian, senyum itu sudah muncul tanpa diminta. “Kita mau liburan, Dad?” Suara Aidan memotong suasana. Anak itu tak lagi fokus pada tabletnya, kini menatap mereka dengan mata berbinar, jelas sejak tadi ia mencuri dengar. Damian menoleh, senyum tipis terukir. “Ya … tapi tunggu waktu yang tepat. Mungkin Minggu depan.

