Bukan Salahmu-2

711 Words

"Nah itu!" Yulinar melipat tangan, duduk di kursi plastik dekat kasur. "Di mana Irwan? Apa benar dia culik anak sambungnya Abby?" Desi menggigit bibir, air matanya jatuh. "Ya ampun! Bagaimana ini, Kak?!" Tangannya gemetar meremas ujung selimut. "Damian pasti nggak bakal kasih kesempatan lagi! Dia pasti bakal bikin Irwan dipenjara seumur hidup!" Suaranya meninggi, hampir menjerit. "Bagaimana ini, Kak?!" Yulinar menghela napas panjang. Tangannya mengusap wajah, lalu menatap Desi dengan tatapan lelah. "Atuhlah, Des!" Suaranya keras, memotong histeria Desi. "Suamimu itu ada-ada aja, Des! Bisanya cari masalah terus." Desi terisak, membenamkan wajah di kedua telapak tangan. Yulinar tidak bergerak, hanya duduk di kursi plastik itu, menatap adik iparnya yang hancur, dengan pikirannya sendiri y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD