Damian meraih tangan Abby lagi, menggenggamnya erat. Abby tidak bicara, hanya berdiri di sana, dengan mata yang masih basah, dan doa yang tidak berhenti untuk keselamatan Suri. Ruangan itu kembali sunyi, hanya suara laptop yang berdengung pelan dan sesekali radio komunikasi petugas yang berderik. Kepala petugas menatap layar, jemarinya bergerak di keyboard, lalu menghela napas. "Lokasi tempat pelaku menelepon tadi kosong." Ia menoleh pada Damian. "Hanya lapangan bola. Tidak ada CCTV di sana." Damian mengangguk. Tidak terkejut, tidak kecewa. Seperti sudah menduga. Ia menoleh ke Abby yang berdiri di sampingnya, tangannya meraih pergelangan Abby, menuntunnya ke sofa. Abby duduk, Damian di sampingnya. Tidak ada yang bicara. Rumah yang biasanya sunyi di malam hari, kini terasa padat. Petuga

