102. Pria Itu Ada Di Sana-1

719 Words

Rumah sakit itu ramai seperti biasa. Bau antiseptik, suara troli berderit di koridor, dan tangis bayi dari kejauhan. Tapi di ruang pemeriksaan anak, hanya ada satu suara yang memenuhi ruangan. "Daddy! Daddy!" Suri meronta, tubuh kecilnya menggigil di atas ranjang periksa. Matanya merah, pipinya basah, tangannya meraih ke mana-mana mencari pegangan. Dokter paruh baya itu mundur selangkah, stetoskop di tangan, menatap Damian dengan ekspresi memohon pengertian. Damian mendekat, tangannya meraih tangan mungil Suri. "Daddy di sini, Sayang." Suaranya berusaha tenang, meskipun hatinya hancur melihat putrinya seperti ini. "Pak dokter cuma mau cek kesehatan Suri. Bentar lagi selesai." "Tidak mau! Tidak mau!" Suri menjerit, tubuhnya bergetar. "Daddy pulang! Abby pulang!" Abby yang berdiri di sis

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD