"Jelas tidak." Sandra tidak tersenyum. "Tapi saya tahu Anda omnya Abby." Ia menjeda. "Benar bukan?" Irwan tersenyum. Senyum yang tidak ramah, tidak sopan, hanya penuh perhitungan. "Ya." Ia melipat tangan di d**a. "Apa Anda adiknya Damian? Suami Abby yang kaya raya itu?" Sandra tidak menjawab. Ia hanya menatap Irwan dengan tatapan merendahkan, lalu berbalik. "Ikuti saya." Ia berjalan kembali ke mobilnya, langkahnya mantap, tidak menoleh. Irwan menoleh ke arah dua temannya. Mereka mengangkat bahu, penasaran. Ia mengangkat bahu balas, lalu menyusul Sandra dengan langkah gontai. Sandra sudah bersandar di pintu mobil, tangan terlipat, ekspresi datar. Irwan berhenti satu langkah di hadapannya, menjaga jarak yang pas. "Kamu butuh uang, kan?" Suara Sandra tidak bertanya. Ia tahu jawabannya.

